Petani Bersinergi Mengembangkan Produksi Jagung

Petani Bersinergi Mengembangkan Produksi Jagung

Pemuda Tani Setelah sukses menekan impor jagung hingga 66% pada 2016, membuat Amran bertekad menerapkan zero import pada 2017. Kebijakan itu ditempuh untuk mendongkrak harga jagung di dalam negeri yang kerap jatuh saat panen raya. “Tahun ini kita targetkan produksi jagung petani mencapai 23 juta24 juta ton, makanya kita sepakat dengan GPMT untuk tidak melakukan impor,” tegasnya. Apalagi, lanjutnya, Indonesia mampu mengekspor komoditas jagung ke negara tetangga mengingat produksi tahun ini cukup baik.

Amran pun membentuk program Satu Pemuda Tani untuk mengelola satu hektar lahan jagung guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Mentan meng angkat Irvan sebagai Ketua Pembina Pemuda Tani. “Kami telah mem programkan satu juta hektar untuk ditanami komoditas pangan seperti jagung. Saat ini juga kami mengangkat Irvan sebagai ketua pembina dan memberikan ruangan kerja di Kementerian Pertanian,” ucapnya seraya memasangkan selendang tapis ke bahu Irvan.

Kemitraan Berbasis Sosial

Irvan menjelaskan, Vasham telah ber mitra dengan 6.460 petani. Model kemitraan berbasis ekonomi kerakyatan ini memberi manfaat yang dirasakan langsung oleh pe tani. Misalnya, pemberian sarana produksi pertanian yang bisa dibayar setelah pa nen, uang operasional untuk peng olahan tanah, hingga bimbingan teknis dari Unila. “Pada waktu panen pun dibantu untuk mengkoordinasi. Lalu kita serap semua ke pabrik, setelah itu kita jual ke industri pakan. Kemitraan ini memberikan solusi menyeluruh,” tegasnya. Rachmat menimpali, kerja sama ini bertujuan agar Japfa dan Vasham dapat membuka dan mengembangkan akses penjualan jagung langsung dari petani ke perusahaan pa kan ternak. Kemitraan akan meningkatkan minat petani membudi da yakan jagung dan turut mengangkat produksi.

Harison, petani mitra Vasham mengung kap, sebelum bermitra ia menjual jagung ke tengkulak. Petani asal Desa Tanjung Agung ini mengaku, harga tertinggi yang pernah dinikmati hanya Rp2.200/kg. Sejak bermitra dengan Vasham, ia memperoleh harga jual jagung di atas Rp3.000/kg. Bersama kelompoknya, pemilik dua hektar lahan ini bermitra dengan Vasham sejak 2015. Kelompok Tani Nusa Indah beranggotakan 25 petani dengan luas lahan keseluruan kurang lebih 40 ha.

Harison menjamin, jika harga stabil, pasti pe tani akan memperluas areal tanam untuk meningkatkan produksi. “Kalau harga tinggi dan stabil, kita tidak ragu menanam jagung karena sudah jelas un tungnya,” aku petani yang memanen 10 ton/ ha pada musim rendeng baru-baru ini. Petani mitra lainnya, Sutentrem menam bahkan, selain produksi naik dari 6 ton menjadi 8 ton/ha, harga jual juga lebih tinggi. “Sebelum bermitra, jagung turun giling berkadar air 35% dihargai Rp2.000-Rp2.100/kg oleh trader. Sementara oleh Vasham dihargai Rp2.700/kg. Keuntungan harganya sekarang lebih ting gi karena langsung setor ke pabrik,” ungkap Ketua Kelompok Sadar Tani itu semringah.